Sharing Pacaran Beda Agama (Buddha vs Kristen) - Liliana Halim Sharing Pacaran Beda Agama (Buddha vs Kristen) % %
Diary,  Motivasi

Sharing Pacaran Beda Agama (Buddha vs Kristen)

Halo teman – teman pembaca di kesempatan kali ini saya ingin menceritakan kisah saya dan pacar saya yang berbeda agama, saya beragama buddha sedangkan dia beragama kristen. Saya kenal dia sekitar 3 tahun lalu, akhir tahun 2015 dari sebuah jejaring sosial (tapi sebelumnya sudah pernah bertemu sih waktu dia beli sesuatu ke warung mama hahaha). Singkat cerita kami saling tertarik dan memutuskan untuk ke tingkat lebih lanjut yaitu pacaran.

Dari awal pacaran kami memang sudah mendapat reaksi yang cukup keras dari mama saya, FYI kedua orang tua saya memang berbeda agama juga, mama saya beragama islam sedangkan papa saya beragama buddha sehingga saya mengikuti agama bawaan papa saya dikarenakan sedari kecil mungkin papa yang punya hak penuh untuk mengajari anaknya, papa saya kurang setuju jika kami anak – anaknya mengikuti jejak mama saya, tetapi semenjak papa sudah tidak ada ketiga adik saya mengikuti jejak mama saya karena menurut mama daripada mereka tidak kenal agama sama sekali lebih baik diajarkan sesuai agama mama.

Dari awal pacaran kami juga sudah memutuskan kemana arah hubungan ini akan dibawa, ya menikah kami ingin bawa hubungan ini ke arah serius. Tapi semua tidak semudah yang kami bayangkan. Saya yang notabene memang buddha KTP dan berinisiatif ingin belajar agamanya tapi sayangnya keinginan itu ditentang oleh mama saya, mama mewajibkan saya untuk memeluk agama buddha. Tidak masalah. 

Baca Juga :  Trip to Jogjakarta | Pulang ke Karawang - The End

Hingga pada akhirnya hubungan kami berjalan di tahun kedua, awal tahun 2018 pacar saya menghadap mama untuk meminta izin menikah tapi sayangnya hal tersebut ditolak oleh mama dengan alasan siapa yang akan mengalah nanti? Karena mama tidak mengizinkan saya untuk pindah ke agamanya. Ahhh airmata saya turun deras sederasnya, tujuan baik kami kenapa masih tidak direstui. Haruskah saya menyelesaikan semuanya disini? Jika kami sengaja dipertemukan kenapa kami tidak bisa dipersatukan? Hingga pernah disatu titik, kami merasa harus menyelesaikan semuanya. Tapi pada kenyataannya kami tetap bersama sampai saat ini. 

Alasan mama saya tidak mengizinkan saya pindah agama karena menurut mama, papa ketika menikah dengan mama pun pindah ke agama islam tapi akhirnya kembali  ke agamanya lagi, sehingga menurut mama itu hal yang tidak baik untuk dilakukan karena mempermainkan Tuhan. Dan ketika saya berinisiatif akan mengikuti ajaran agamanya mama pun tidak mengizinkan saya dengan alasan saya harus berbakti pada papa karena saat ini hanya saya yang beragama buddha. Baiklah, saya mengikuti apa kata orang tua karena saya menghormati beliau sebagai mama saya.

Baca Juga :  Ceng Beng 2018 | Kulineran di Cemara Asri Medan

Hingga pacar saya berkali – kali meyakinkan mama bahwa dia akan mengikuti saya ketika menikah nanti, hati mama saya sedikit terbuka dan terdengarlah pernyataan bahwa beliau mengizinkan kami menikah dengan syarat saya tidak pindah agama dan menikah secara agama buddha. Perjuangan kami memang tidak mudah, ada banyak airmata, emosi dan tentu caci maki yang tentu tak enak didengar, sakit hati, cobaan untuk mengakhiri semua sudah pernah saya rasakan. Saya memang bukan orang yang tegar, kami berdua mencoba tetap tegar bersama dikala cacian itu dilontarkan. Saya selalu berdoa agar Tuhan dapat membukakan pintu hati mama, agar dapat menerima pacar saya dan dapat mengizinkan kami menikah. Semoga hari itu akan segera tiba. Doakan kami. 

Saya hanya ingin sedikit sharing untuk teman – teman yang mungkin sedang mengalami hal sama seperti saya, saran saya jika kalian memang memutuskan untuk pacaran beda agama harus siap konsekuensi yang diterima, ntah putus atau bersama, diterima keluarga atau ditentang, semua tentu tidak mudah. Jika kalian memang tidak yakin dengan yang kalian jalani sebaiknya sudahi sedari awal, yakinlah bertemu dan jatuh cinta itu mudah, tapi memutuskan berpisah tentu tidak akan semudah ketika kita memilih untuk jatuh cinta.

Baca Juga :  Review Sisir Tangle Teezer (Sisir untuk Rambut Kusut)

Tentukan arah tujuan hubungan kalian dari awal agar tidak menyesal di tengah jalan nanti, berkomitmenlah jika memang ada salah satu yang mengalah tentu akan lebih baik tetapi jika kalian memutuskan untuk memeluk agama masing – masing ya seharusnya dikomunikasikan dari awal saja agar tidak ada pertengkaran di kemudian hari akibat masalah agama ini. Maaf yaa bukan menggurui, saya hanya ingin sedikit berbagi yang saya alami. Terima kasih untuk teman – teman yang pernah sharing kepada saya, kalian baik, terutama mbak Ade Tyas yang sudah sharing tentang pernikahan juga ♡ 

Semangat untuk kita semua. 🙂

Tweet by Mom @MrsEuscha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *