Prinsip - Prinsip Koperasi - Liliana Halim Prinsip - Prinsip Koperasi % %
Uncategorized

Prinsip – Prinsip Koperasi

Nama  : Liliana Halim
NPM   : 24210024
Kelas  : 2EB17

Tugas Khusus 2.A Prinsip-Prinsip Koperasi

Berikut ini adalah penjelasan tentang prinsip-prinsip tersebut:

1.    Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka

Siapapun yang memenuhi persyaratan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD dan ART) koperasi dapat menjadi anggota. Seseorang tidak dapat dipaksa untuk menjadi anggota. Mereka dapat dengan bebas menentukan pilihannya. Demikian juga bila hendak keluar dari koperasi, mereka dapat memutuskan sendiri, asalkan sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya.

Sifat terbuka memiliki arti bahwa dalam keanggotaan tidak dilakukan pembatasan (diskriminasi) dalam bentuk apapun. (Penjelasan UU No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 huruf a).

2.    Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis

Pengelolaan demokratis berarti :

  •  Rapat anggota adalah pemegang kekuasaan tertinggi.
  •  Urusan kegiatan koperasi diselenggarakan oleh pengurus.
  •  Pengurus dipilih dari dan oleh anggota.
  •  Pengurus mengangkat manajer dan karyawan atas persetujuan rapat anggota.
  •  Kebijakan pengurus dikontrol oleh anggota melalui pengawas.
  •  Laporan keuangan dan kegiatan koperasi lainnya terbuka dan tran-sparan.
  •  Satu anggota satu hak suara.

3.    Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota

  • Bagian SHU untuk anggota, dihitung secara sebanding (proporsional) berdasarkan transaksi dan penyertaan modal (simpanan pokok dan simpanan wajib) setiap anggota pada akhir tahun buku.
  • Transaksi anggota tercatat di koperasi.
  • Persentase SHU yang dibagikan kepada anggota ditentukan dalam rapat anggota.

4.    Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal

Modal dalam koperasi dipergunakan untuk kemanfaatan anggota, bukan untuk sekedar mencari keuntungan. Karena itu, anggota memperoleh bunga yang terbatas terhadap modal. Bunganya tidak lebih dari suku bunga bank pemerintah yang lazim. Anggota memperoleh keuntungan dalam bentuk lain, seperti mengikuti pendidikan anggota dan dapat memperoleh produk dengan mudah, murah dan bermutu tinggi.

5.    Kemandirian

Kemandirian berarti koperasi tidak bergantung pada pihak lain. Karena koperasi memiliki:

  • Modal sendiri yang berasal dari anggota.
  • Pengelola sendiri, yaitu pengurus yang dipilih dari dan oleh anggota.
  • AD dan ART sendiri. Koperasi membuat AD dan ART-nya dengan merujuk pada Undang-undang Nomor 25 tahun 1992.

6.    Pendidikan Perkoperasian

Untuk meningkatkan kemampuan manajemen dan terlaksananya prinsip-prinsip koperasi, maka penting sekali anggota, pengurus dan karyawan koperasi ditingkatkan pemahaman, kesadaran dan keterampilannya melalui pendidikan. Besarnya biaya pendidikan ditetapkan oleh anggota dalam rapat anggota.

Baca Juga :  Pengertian Koperasi

7.    Kerjasama antar koperasi

  • Koperasi dapat bekerjasama dengan koperasi-koperasi lain di tingkat lokal, nasional ataupun internasional.
  • Di Indonesia, koperasi-koperasi primer bisa membentuk pusat dan induk di tingkat regional dan nasional.

Contoh kasus :

Koperasi Untuk Petani 
Kebanyakan para petani mengalami kerugian terhadap penjualan hasil panen, seperti kita ketahui hasil panen mereka dihargai murah tidak sebanding dengan energi yang dikeluarkan dalam pemeliharaannya . Untuk itulah dibentuk koperasi petani ,dengan adanya koperasi bagi petani, secara berkelompok petani diajarkan untuk meningkatkan daya tawar kepada pihak luar dan memperkuat negosiasi pemasaran produksi pertanian .
Koperasi juga dapat berfungsi melayani petani dalam penyediaan sarana produksi tepat waktu, penyediaan simpan pinjam, dan pelayanan lain yang dapat meningkatkan partisipasi dan rasa kepemilikan anggota . Koperasi merupakan sarana yang efektif untuk memberikan pengarahan dalam pemeliharaan tanaman yang benar kepada petani seperti penggunaan pupuk, pencegahan terhadap hama, dsb .

Banyak manfaat yang didapatkan dari koperasi, semua dilaksanakan untuk kepentingan bersama setiap anggotanya, sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi yang dijalankan secara baik dan benar .

Tugas Khusus 2.B Sisa Hasil Usaha

Sisa hasil usaha (SHU) koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutannya, dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. Perhitungan SHU ini serigkali terwujud dalam laporan laba rugi perusahaan.

Ditinjau dari aspek ekonomi manajerial, SHU koperasi adalah selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue [TR] fengan biaya atau biaya total (total cost [TC]) dalam satu tahun buku. Dari aspek legilitas, pengertian SHU menurut UU. No 25/1992, tentang perkoperasian, bab IX, pasal 45 adalah sebagai berikut:

  1. SHU koperasi adalah pendapatan koperrasi yang diperoleh dalam satu tahun dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
  2. SHU setelah dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing, anggota dengan koperasi, sesuai dengan keputusan rapat anggota.
  3. Besarnya pemupukan modal dan cadangan ditetapkan dalam rapat anggota.

Besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnyapartisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi. Artinya semakin besar(usaha dan modal) anggota dengan koperasi, maka semakin besar SHU yang akan diterima. Hal ini merupakan salah satu pembeda koperasi dengan badan usaha lainnya.

Baca Juga :  Kasus Pelanggaran Hak Cipta

Penghitungan SHU bagian aggota dapat dilakukan bila informasi dasar diketahui sebagai berikut:

  1. SHU total koperasi pada satu tahun buku.
  2. Bagian (persentase) SHU anggota.
  3. Total simpanan seluruh anggota.
  4. Total seluruh transaksi usaha ( volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota.
  5. Jumlah simpanan beranggota.
  6. Omzet atau volume usaha peranggota.
  7. bagian (persentase) SHU untuk simpanan angota.
  8. Bagian ( persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.

Pembagian SHU koperasi

Besar penbagian SHU untuk setiap anggota tergantung pada besarnya partisipasi seorang anggota pada koperasi. Besar parisipasi ini dapat diukur melalui dua indikator, jasa modal dan jasa anggota.

n  jasa modal/simpanan. Jasa modal/simpanan adalah bagian SHU untuk anggota bersumber dari simpanan anggota. Semakin besar simpanan amggota tersebut pada koperasi, semakin besar pula jasa modal yang diterima.

n  jasa Anggota. Koperasi Konsumsi. Jasa anggota ditentukan oleh jumlah belanja setiap anggota kepada koperasi. Semakin banyak anggota itu berbelanja akan lebih besar pula anggota itu mendapatkan jasa anggota.

  1. Koperasi kredit. Jasa anggota ditentukan oleh jumlah pinjaman kepada koperasi. Semakin sering dan banyak anggota itu meminjam kepada koperasi akan semakin besar pula jasa anggota tersebut.
  2. Koperasi Produksi. Jasa anggota ditentukan oleh jumlah penjualan hasil produjksi anggota kepada koperasi.
  3. Koperasi konsumsi. Jasa anggota ditentukan oleh jumlah belanja setiap amggota kepada koperasi. Semakin banyak anggota itu berbelanja akan lebih besar pula amggota itu mendapatkan jasa anggota.

Contoh Perhitungan SHU

Contoh 1:

Pada tahun 2004, Kopersai bersaing memperoleh Shu bersih setelah dipotong pajak sebesar Rp 50.000.000. Berdasarkan AD/ART koperasi maka pembagian SHU ditentukan sebagai berikut.

  1.    Untuk jasa anggota adalah sebesar 40%, terdiri dari jasa modal 20% dan jaas peminjaman 20%.
  2. Untuk jasa cadangan adalah sebesar 30%.
  3. Untuk jasa pengurus adalah sebesar 10%.
  4. Untuk dana pendidikan adlah sebesar 5%.
  5. Untuk dana sosial adalah sebesar 5%.
  6. Untuk dana kesejahteraan pegawai adalah sebesar 5%.
  7. Untuk dana pembangunan tiap daerah adalah sebesar 5%.

Tentukan alokasi Shu untuk masing-masing item di atas.

    no      Pembagian%          Alokasi SHU

   1

2

3

4

5

6

7

     Jasa anggota

Jasa modal

Jasa pinjaman

Cadangan

Dana pengurus

Dana pendidikan

Dana sosial

Dana kesejahteraan pegawai

Dana pembangunan daerah kerja

20%

20%

30%

10%

5%

5%

5%

5%

Rp 10.000.000,00

Rp 10.000.000,00

Rp 15.000.000,00

Rp 5.000.000.00

Rp 2.500.000,00

Rp 2.500.000,00

Rp 2.500.000,00

Rp 2.500.000,00

                100%Rp 50.000.000,00
Baca Juga :  KUHP BUKU II " Kebendaan "

Contoh 2:

Pada tahun 2003, Kopersai Jayakarta memperoleh SHU setelah dipotong pajak sebesar Rp 20.000.000. Berdasarkan AD/ART koperasi maka pembagian SHU diatur sebagai berikut.

  1. Jasa anggota

Jasa modal                                       20%

Jasa peminjaman                            25%

  1. Cadangan                                        25%
  2. Jasa pengurus                                 10%
  3. Dana pendidikan                              5%
  4. Dana sosial                                       5%
  5. Dana kesejahteraan pegawai          5%
  6. Dana pembangunan daerah kerja   5%

Hitunglah berapa bagian SHU yang diterima oleh Ani jika diketahui data sebagai berikut.

–         Jumlah simpanan pokok Ani Rp 400.000,00

–         Jumlah simpanan wajib Ani Rp 900.000,00

–         Ani berbelanja di koperasi rp 1.800.000,00

–         Jumlah simpanan pokok seluruh anggota koperasi Rp 50.000.000,00

–         Jumlah simpanan wajib seluruh anggota koperasi Rp 25.000.000,00

–         Total penjualan koperasi selama satu tahun Rp 100.000.000,00

Jawab :

Jasa modal = 20% x Rp 20.000.000,00 = Rp 4.000.000,00

Jasa penjualan = 25% x 20.000.000,00 = Rp 5.000.000,00

Bagian SHU Ani adalah

  1. %  Jasa modal = Bagian SHU untuk modal Per Total Pinjaman   x 100%

= Rp. 4.000.000 Per Rp. 75.000.000 x 100%

= 53,33%

  1. % Jasa Penjualan = Jasa Anggota Per Total Penjualan x 100%

= Rp. 5.000.000 Per Rp. 100.000.000 x 100%

= 5%

Jasa Anggota = …% x Simpanan Anggota

= 5% x 1.800.000

= Rp. 90.000

* Jumlah yang diterima Ani = Rp. 69.333,29 + Rp. 90.000

= Rp. 159.333,29

Sumber :

Koperasi Mahasiswa

minclenk blog

Ekonomi Untuk SMA Kelas XII

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *