Pentingnya Medical Check Up Berkala Untuk Mengetahui Kondisi Tubuh - Liliana Halim Pentingnya Medical Check Up Berkala Untuk Mengetahui Kondisi Tubuh % %
Diary,  Kesehatan

Pentingnya Medical Check Up Berkala Untuk Mengetahui Kondisi Tubuh

Medical Check Up (MCU) adalah pemeriksaan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Pemeriksaan ini selain untuk mengetahui kondisi tubuh yang sebenarnya juga diharapkan bisa mendeteksi penyakit secara dini dan mencegah jika ditemukan penyakit serius di dalam tubuh. Karena nasehat mencegah lebih baik dari mengobati memang betul adanya.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 02/Men/1980 Pasal 3 ayat (2) mengharuskan setiap perusahaan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi karyawannya sekurang – kurangnya satu tahun sekali. Dengan adanya permen ini tentu akan menguntungkan karyawan karena semuanya sudah difasilitasi oleh perusahaan tersebut sehingga karyawan tidak perlu membayar biaya MCU, mereka hanya perlu menyempatkan waktu untuk bersedia diperiksa.

Biasanya perusahaan yang menyediakan fasilitas medical check up ini bekerja sama dengan rumah sakit dan nantinya hasil laporan pemeriksaan tersebut akan diberikan ke perusahaan untuk dibagikan ke karyawannya masing – masing. Memudahkan sekali tentunya karena kita tidak perlu repot untuk menghabiskan waktu ke rumah sakit.

Setelah hasil laporan tersebut keluar jika ditemukan penyakit serius atau ada keluhan lebih lanjut biasanya dokter melalui hasil laporan MCU menyarankan untuk konsultasi ke dokter yang berada di poliklinik perusahaan tersebut. Tetapi sayangnya beberapa pengalaman teman saya, dokter di poliklinik hanya menyarankan untuk meminum obat yang tersedia di apotik dan bukan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Sharing Pacaran Beda Agama (Buddha vs Kristen)

Pengalaman ayah saya sendiri, beliau setiap tahun ikut medical check up di kantor dan diketahui bahwa berat badan serta hemoglobinnya menurun dari tahun ke tahun tetapi dokter tersebut mengatakan bahwa ayah saya hanya mengidap anemia dan semenjak itu ayah saya rutin minum buah bit dan segala yang berhubungan dengan penambah darah beliau makan. Tetapi tahukah penyakit apa yang diidap ayah saya? Kanker. Ya, kanker stadium empat dan bukan penyakit main – main.

Sebelum mengetahui adanya kanker ini, ayah saya juga sempat melakukan pemeriksaan di salah satu Rumah Sakit di Karawang dan sempat dirawat dalam jangka waktu kurang lebih seminggu dengan prediksi hanya penyakit maag. Setelah itu ayah saya pulih kembali tetapi keluhan beliau masih sama, hemoglobin rendah dan berat badan terus menyusut. Tahun 2006 ketika ayah saya sedang berada di Medan, kemudian saudara ayah saya menyadari bahwa keadaan ayah saya tidak seperti biasanya lalu mereka menyarankan untuk periksa di salah satu Rumah Sakit di Medan dan disitu ditemukan adanya tumor di dalam perut ayah saya. Belum tahu tumor ganas atau jinak, karena keterbatasan alat di rumah sakit tersebut sehingga tidak bisa memeriksa lebih lanjut maka dokter tesebut merujuk salah satu rumah sakit di Penang, Malaysia dan diketahui bahwa yang diidap ayah saya adalah kanker usus bukan anemia maupun maag.

Baca Juga :  Ceng Beng 2018 | Vihara Borobudur Medan

Lanjut ke pembahasan MCU, saran saya jika hasil laporan MCU normal tetapi ada hal – hal janggal yang kita rasakan dalam tubuh seharusnya kita segera periksakan lebih lanjut ke dokter atau pun rumah sakit. Jangan sampai setelah diberi tahu tanda – tanda tersebut kita masih mengabaikannya dan malah bertambah parah.

Untuk tahapan MCU di perusahaan tempat saya bekerja dimulai dari:

– Pengisian formulir biodata lengkap meliputi nama, umur, jenis kelamin, juga ada riwayat penyakit kesehatan pribadi serta riwayat penyakit keluarga (contoh : ibu mengidap darah tinggi) dan nanti kita akan diberikan stiker yang berguna sebagai label jika kita sudah melaksanakan tahapan tersebut juga diberi botol kecil untuk mengisi urin. Selanjutnya kita bisa mengantri mana yang dipilih terlebih dahulu.

  1. Pemeriksaan fisik meliputi tinggi dan berat badan, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan dengan stetoskop, perabaan organ dalam (contoh : jika ada penyakit lambung), denyut nadi, denyut telinga, pemeriksaan mata, detak jantung, dsb.
  2. ‎Pemeriksaan laboratorium yang meliputi pengambilan bahan atau sampel dari karyawan berupa sampel darah dan juga urin.
  3. Pemeriksaan penunjang lainnya meliputi foto rontgen, ultrasonography (USG), electrocardiography (EKG) yaitu alat untuk merekam aktifitas jantung yang biasanya ditujukan untuk usia dimulai 35 tahun.
Baca Juga :  Pengalaman Beli Tas Enji by Palomino di Palominobag.com

Berikut beberapa tips agar hasil MCU sesuai kondisi aktual tubuh kita :

  1. Berpuasalah minimal 8 jam dari malam sampai besoknya pagi waktu pengambilan darah gunanya agar menormalkan sistem metabolisme tubuh terkait kadar glukosa darah.
  2. Jangan berolahraga berat atau melakukan aktifitas fisik berat sehari sebelumnya, karena olahraga dan aktifitas fisik berat akan mempengaruhi tekanan darah.
  3. Jangan minum obat sehari sebelum pengambilan sampel darah atau tiga hari sebelum pengambilan urin karena beberapa obat berdampak langsung terhadap hasil tes darah.
  4. Hindari begadang dan perbanyak istirahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *