[Motivasi] Berbaktilah Sebelum Terlambat - Liliana Halim [Motivasi] Berbaktilah Sebelum Terlambat % %
Diary

[Motivasi] Berbaktilah Sebelum Terlambat

Nama : Liliana Halim

NPM : 24210024

Kelas : 2EB17

 

Ada seekor anak katak yang sering membantah perintah induknya. Bila induknya menyuruh dia menuju ke arah Timur, dia malah menuju ke Barat. Induknya menyuruh ke arah Barat dia malahan menuju ke arah Timur.

 

Pada suatu hari, induk katak merasa ajalnya segera tiba. karena induk katak lebih menyukai tinggal di atas bukit, kurang suka tinggal di tepi kolam. Memikirkan katak kecil suka membantah perkataan induknya, maka induk katak berpesan pada anaknya untuk menguburkannya di tepi kolam. Katak kecil yang biasanya suka membantah, tiba-tiba menyadari kesalahannya, kali ini dia menuruti perkataan induknya, akhirnya dia mengubur induknya ditepi kolam. Ketika senja, takut induknya kesepian, ianya berkoak-koak di tepi kolam. Ketika hujan turun takut induknya terhanyut, juga berkoak-koak di tepi kolam. Ketika induknya masih hidup tidak mematuhi kata-kata induknya, setelah meninggal baru merasa bersalah dan sedih, karena merasa sedih maka berkoak-koak, tetapi semuanya sudah terlambat.

Baca Juga :  Tamasya ke Kebun Binatang Ragunan
 

Masyarakat sekarang ini, semakin tidak memntingkan budaya bakti kepada orang tua. Terlebih lagi adalah masalh perbedaan paham dan pendapat antar dua generasi. Sehingga hubungan antara orang tua dan anak pada generasi sekarang menjadi renggang dan kurang harmonis.

 

Lihat saja di ruangan pasien khusus orang tua dan ruangan anak-anak yang diopname di rumah sakit. Orang tua yang “Berbakti” sangat banyak tetapi anak yang “Berbakti” hanya sedikit. “Orang tua yang sakit terlalu lama tidak memiliki lagi anak yang berbakti” pepatah ini memang benar adanya. Biasanya mereka bahkan tidak ada waktu untuk menjenguk orang tua yang sakit di rumah sakit. Apalagi untuk memperhatikan dan merawat orang tuanya.

Baca Juga :  Ceng Beng 2018 | Vihara Borobudur Medan
 

Pada masa sekarang orang tua biasa mengantar jemput ankanya ke sekolah sepanjang waktu tanpa keluhan atau keberatan, sebaliknya anak-anak sekarang untuk menemani orang tuanya berobat ke rumah sakit sekali, dua kali saja, dia sudah merasa keberatan dan tidak rela juga merasa terpaksa. Menurut anggapan si anak, apa yang telah dia lakukan sudah sangat berbakti pada orang tuanya.

 

Berbaktilah pada ornag tua sebelum terlambat, jangan sampai terjadi keadaan seperti dalam ungkapan ini: “Ketika pohon menghendaki ketenangan, namun angin bertiup terus tanpa bisa berhenti, ketika anak-anak ingin berbakti, namun orang tua tidak dapat menunggu lagi”. Keadaan ini hampir mirip dengan katak di tepi kolam yang berkoak-koak terus tanpa berhenti.

Baca Juga :  Pengalaman Mengurus Seorang Bayi :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *