Manajemen Produksi - Liliana Halim Manajemen Produksi % %
Uncategorized

Manajemen Produksi

1.Perkembangan Manajemen Produksi

Manajemen produksi berkembang pesat karena adanya factor :

Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi

Agar produksi efektif dan efisien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan azas-azas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik.dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.

Revolusi Industri

Revolusi Industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan, industri, dan tekhnik di Eropa.

Dampaknya pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangannya,sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno,menjadi terdesak.

Perkembangan revolusi industri terlihat pada :

  1. Bertambahnya penggunaan mesin
  2. efisiensi produksi batu bara, besi, dan baja,
  3. Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi, dan komunikasi.
  4. meluasnya system perbankan dan perkreditan.

Industialisasi ini meningkatkan pengolahan hasil produksi, sehingga membutuhkan kegiatan pemasaran.

Perkembangan alat dan tekhnologi yang mencakup penggunaan computer

Sehingga pada banyak hal manajer produsi mengintegrasikan tekhnologi canggih kedalam bisnisnya.

Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan.

Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut :

  1. Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
  2. Pengamatan terhadap metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah
  3. pelatihan pekerja dengan metode baru
  4. pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaa atas proses kerja.
  1. Pengertian Manajemen Produksi

Manajemen Produksi yaitu kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan /koordinasi kegiatan orang lain.

Organisasi yaitu alat untuk mencapai tujuan dalam manajemen.

Manajemen Produksi yaitu kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya.

Dalam peningkatan produktivitas dijumpai2 permasalahan penting, yaitu:

  1. Produktifitas akan meningkat apabila terdapat perbaikan kondisi kerja
  2. Beberapa peningkatan produktivits tidak dapat membantu organisasi secara keseluruhan.
  1. Pengertian produksi
Baca Juga :  Jasa Pembuatan Website

Produksi diartikan sebagai suatu kegiatan yang mentransformasikan masukan(input) menjadi keluaran(output).

Produksi dimaksudkan sebagai kegiatan pengolaha dalam pabrik, yang hasilnya berupa barang konsumsi dan barang produksi.

  1. Proses Produksi

Proses Produksi dapat ditinjau dari 2 segi yaitu:

  1. Kelangsungan hidup
  2. Produksi terus-menerus

Dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-barang.walaupun terjadi perubahan bentuk barang-barangtetapi tidak mengubah susunan dan fungsi alat-alatmesin.proses ini menghasilkan produk yang standar(massal)

  1. Produksi yang terputus-putus

Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan sehingga harus mengatur kembali alat-alat dan penyesuaian terus-menerus.

  1. Teknik
  2. Proses Ekkstraktif
  3. Proses analitis
  4. Proses Pengubahan
  5. Proses Sintetis
  1. Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi

Dilihat dari kondisi keputusan yang harus diambil, dibedakan menjadi

  1. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
  2. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
  3. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
  4. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.

Bidang Produksi Mempunyai 5 Tanggung Jawab keputusan Utama, yaitu :

  1. Proses
  2. Kapasitas
  3. Persediaan
  4. Tenaga Kerja
  5. Mutu/Kualitas
  6. Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan sistem produksi serta pengoprasiannya.

Penambahan dan perancangan sistem produksi meliputi :

  1. Seleksi dan desain hasil produksi
  2. seleksi dan perancangan proses serta peralatan
  3. Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
  4. rancangan tata letak dan arus kerja
  5. Rancangan tugas
  6. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas
  1. Ruang lingkup manajemen produksi
  1. Perencanaan system produksi
  2. Perencanaan operasi dan system pengendalian produksi
  1. Fungsi Serta Sistem Produksi Dan Operasi
  1. Fungsi Produksi dan Opersi

Berikut ini ada 4 fungsi terpenting dalam poduksi dan operasi

  1. Proses Pengolahan
  2. jasa-jasa penunjang
  3. Perencanaan
  4. pengendalian /pengawasan
  1. Sistem Produksi dan Operasi

Sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan dan pengeluaran.

  1. Lokasi dan Layout Pabrik

Layout pabrik disebut juga tata letak atau tata ruang didalam pabrik. Layoutpabrik adalah cara penempatan fasilitas-fasilitas produksi guna memperlancar proses produksi yang efektif dan efisien. Fasilitas pabrik dapat berupa mesin-mesin, alat-alat produksi, alat pengangkutan bahan, dan peralatan pengawasan. Perencanaan layout menurut James A Moore adalah rencana dari keseluruhan tata letak fasilitas industri yang didalamnya, termasuk bagaimana personelnya ditempatkan, alat-alat operasi gudang, pemindahan material, dan alat pendukung lain sehingga akan tercipta suatu tujuan yang optimum dengan kegiatan yang ada dengan menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada dalamperusahaan.

Baca Juga :  Tips JENIUS Mengelola Keuangan

Dalam semua kasus yang terjadi, layout seharusnya mempertimbangkan bagaimana cara mencapai:

  1. Pemanfaatan lebih tinggi atas ruang, fasilitas dan tenaga kerja.
  2. Perbaikan aliran informasi, barang atau tenaga kerja.
  3. Meningkatkan moral kerja dan kondisi keamanan yang lebih baik
  4. Meningkatkan interaksi perusahaan dengan konsumen.
  5. Peningkatan fleksibilitas.

Dari waktu ke waktu, desain layout perlu dipertimbangkan sebagi sesuatu yang dinamis dan punya fleksibilitas.

STRATEGI LAYOUT

Metapkan suatu layaout yang akan digunakan oleh suatu perusahaan harus juga mempertimbangkan berbagai keputusan operasional yang telah dibuat sebelumnya. Keputusan operasional yang berkaitadengan layout dintaranya adalah desain produk, lokasi, proses maupun kapasitas perusahaan. Strategilayout secara umum bertujuan agar perusahaan dapat melakukan pengaturan tenaga kerja, ruang yang tersedia, peralatan atau fasilitas yang digunakan sehingga segala macam aliran yang ada diperusahaan baik berupa informasi maupun bahan dapat berjalan secara efektif dan fisien.

Layout yang efektif akan dapat menunjang pelaksanaan strategi bisnis yang telah ditetapkan perusahaan apakah diferensiasi, low cost atau respon yang cepat. Modul ini akan membahas mengenai strategi layout yang akan dibagi menjadi 2 (dua) topik, yang terdiria atas:

1) Topik kesebelas akan membahas tentang tipe strategi layout.

2) Topik keduabelas akan membahas tentang konsep perhitungan untuk beberapa strategi layout

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Pabrik

  1. Lingkungan masyarakat
  2. Sumber alam
  3. Tenaga kerja
  4. Transportasi
  5. Pembangkit tenaga listrik
  6. Tanah untuk ekspansi

Metode Pemilihan Lokasi Pabrik

  1. Metode kuantitatif : adalah menilai secara kuantitatif baik buruknya suatu daerah untuk pabrik sehubungan dengan faktor-faktor yang terdapat didaerah tersebut, sehingga perusahaan dapat membandingkan keadaan daerah satu dengan daerah lain.
  2. Metode kualitatif : adalah konsep biaya tetap dan biaya variabel dari lokasi yang berbeda dapat menciptakan hubungan antara biaya dan volume produksi yang berlaku bagi masing-masing lokasi.
  3. Metode transportasi : adalah suatu alat untuk memecahkan masalah yang menyangkut pengiriman barang, dari suatu tempat ke tempat yang lain. Tujuan transportasi adalah dari mana dan berapa jumlah yang harus didistribusikan pada masing-masing lokasi, sehingga biaya distribusi minimum.
Baca Juga :  Definisi E-Filling (Arsip Aktif dan Arsip Pasif)

Perencanaan Layout adalah perencanaan dari kombinasi yang optimal antara fasilitas produksi serta semua peralatan dan fasilitas terlaksananya proses produksi. Tujuan Pelaksanaan Layout adalah untuk mendapatkan kombinasi yang paling optimal antara fasilitas-fasiltas produksi.

Layout Diperlukan Dalam Perusahaan Karena :

  1. Adanya perubahan desain produk
  2. Adanya produk baru
  3. adanya perubahan volume permintaan
  4. Lingkungan kerja yang tidak memuaskan
  5. Fasilitas produksi yang ketinggalan jaman
  6. Penghematan biaya
  7. Adanya kecelakaan dalam proses produksi
  8. Pemindahan lokasi pasar/konsentrasi terhadap pasar

Kriteria Penyusunan Layout :

  1. Jarak angkut yang minimum
  2. Penggunaan ruang yang efektif
  3. Keselamatan barang-barang yang diangkut
  4. Fleksibel
  5. Kemungkinan ekspansi masa depan
  6. Biaya diusahakan serendah mungkin
  7. Aliran material yang baik

Langkah-Langkah Perencanaan Layout :

  1. Melihat perencanaan produk yang menunjukkan fungsi-fungsi dimiliki produksi tersebut
  2. Menentukan perlengkapan yang akan dibutuhkan dan memilih mesin-mesinnya.
  3. Analisa dan keseimbangan urutan pekerjaan, flow casting dan penyusunan diagram blok daripada layout.

Klasifikasi Perencanaan Layout

  1. Adanya perubahan-perubahan kecil dari layout yang ada
  2. Adanya perubahan-perubahan fasilitas produksi yang baru
  3. Merubah susunan layout karena adanya perubahan fasilitas produksi
  4. Pembangunan pabrik baru

LINK SUMBER :

blogdeta BLOG’S

khairunnisafathin BLOG’S

id.shvoong.com

wungkar BLOG’S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *