Manajemen Keuangan Perusahaan - Liliana Halim Manajemen Keuangan Perusahaan % %
Uncategorized

Manajemen Keuangan Perusahaan

Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan. Selain itu manajemen keuangan juga diartikan sebagai salah satu bidang
 manajemen fungsional dalam suatu perusahaan,
 yang mempelajari tentang penggunaan dana, 
memperoleh dana dan pembagian hasil operasi 
perusahaan.

Tugas Pokok Manejemen Keuangan

Tugas-tugas dasar yang diemban oleh seorang menejer keuangan secara umum adalah :

  1. Mendapatkan Dana Perusahaan
  2. Menggunakan Dana Perusahaan
  3. Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengeloka dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.

Penganggaran Modal (Capital Badgeting)

Seluruh proses perencanaan dan pengambilan keputusan yang berkenaan dengan pengeluaran dana yang jangka waktu pengambilannya melebihi satu tahun disebut (Capital Badgeting). Batas satu tahun tidaklah mutlak, termasuk dalam kategori pengeluran dana ini adalah pengeluaran dana untuk pembelian aktiva tetap seperi tanah, bangunan, mesin-mesin dan peralatan lainnya. Demikianpula pengeluaran dana untuk advertensi jangka panjang, pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan untuk mempunyai manfaat jangka panjang juga termasuk dalam Capital Expenditures (Pengeluaran Modal).

Arus kas masuk

Menurut pernyataan standar akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2, laporan arus kas adalah memberi informasi histories mengenai perubahan kas dan setara kas dari laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas investasi, maupun pendanaan (financing) selama suatu periode akuntansi.

Baca Juga :  Kasus Pelanggaran Hak Cipta

Metode Average Rate of Return

Metode ini digunakan untuk mengukur rata-rata tingkat keuntungan investasi. Misalnya, investasi proyek poliklinik baru

  • Aktiva tetap : Rp. 800 juta, umur 8 thn.
  • Modal kerja : Rp. 200 juta
  • Penghasilan kerja : Rp.1.500 juta/thn
  • Biaya operasional tunai Rp. 1000 juta
  • Pendapatan : Rp. 1.500 juta
  • Biaya-biaya :

-Operasional tunai Rp. 1.000 jt

-Penyusutan (Rp. 800jt/8) Rp. 1.100jt

  • Laba sblm pajak : Rp. 400jt
  • Pajak (35%) : Rp. 140jt
  • Laba stlh pajak : Rp. 260jt

Rata-rata dana investasi susut Rp. 100jt/thn

Rata-rata dana investasi dalam aktiva tetap =(800jt+700+600+500+400+300+200+100+0)/9= Rp. 400jt

Total investasi rata-rata = RP. 400jt+RP. 200jt = Rp.600jt

Average Rate of Value = Rp.260 X 100%

Rp.600

= 43,33 %

Metode Net Present Value

Metode Net Present Value adalah selisih uang yang diterima dan uang yang dikeluarkan dengan memperhatikan time value of money. Gunakan rumus time value of money yang present value untuk mengetahui nilai uang saat ini. Oleh karena uang tersebut akan diterima di masa depan, kita harus mengetahui berapa nilainya jika kita terima sekarang. Jika selisihnya positif maka bisnis tersebut diterima. JIka negative, bisnis tersebut tidak layak. Jika 0, bisnis tetap dijalankan jika bisnis tersebut digunakan untuk kepentingan public. NPV semakin besar semakin layak. Untuk independent projects pilih yang positif. Untuk mutually eksklusif pilih yang positifnya paling besar.

Metode Profitability Index

Metode ini menghitung perbandingan antara nilai arus kas bersih yang akan datang dengan nilai investasi yang sekarang. Profitability Index harus lebih besar dari 1 baru dikatakan layak. Semakin besar PI, investasi semakin layak.

Baca Juga :  Kewiraswastaan (entrepreneurship) dan Penjelasan Perusahaan Kecil

Metode Internal Rate of Return

Metode Internal Rate of Return adalah adopsi dari NPV. Satuannya menggunakan %. Tingkat bunga dimana arus kas masuk yang sudah di-presentvaluekan = Initial Investment-nya. IRR > K diterima, IRR < K ditolak. Semakin besar IRR, proyek semakin layak.

Perencanaan Keuangan

Rencana keuangan adalah rencana usaha untuk mencapai posisi keuangan yang dicari dimasa yang akan datang.

  1. Mengapa Perusahaan Membutuhkan Dana ?

Setiap perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi, karena kegagalan dalam membayar pemasok dapat dapat membuat bangkrutnya usaha. Manajer harus dapat membedakan dua jenis pengeluaran :

  • Pengeluaran Jangka Pendek (Short Term / Operatinge Xpenditures)
  • Pengeluran Jangka Panjang (Long Term / Capital Xpenditures)
  1. Pembelanjaan Atau Pembiayaan Perusahaan (Corporate Financing)

Untuk memenuhi kebutuhan akan pengeluaran jangka pendek maupun panjang, perusahaan membutuhkan dana yang tidak saja dapat dipenuhi oleh kemampuan modal awal dari pemilik serta kemampuannya dalam menghasilakn laba, tetapi juga dana dari luar perusahaan seiring dengan perkembangan kemajuan usahanya.

  • Sumber Dana Jangka Pendek.

Sumber dana jangka pendek meliputi :

– Trade Credit (Utang Dagang), berfungsi sebagai sumber dana bagi perusahaan barang telah dapat diterima tetapi pembayarannya diserahkan kemudian.

– Pinjaman Bank Jangka Pendek Dengan Jaminan (Scured Short Term Loan), merupakan sumber dana jangka pendek yang sangat penting.

– Pinjaman Jangka Pendek Tanpa Jaminan (Unsecured Short Term Loan), Pinjaman ini merupakan sumber dana jangka pendek yang penting bagi perusahaan. Dengan jenis pinjaman ini, perusahaan tidak perlu menyerahkan jaminan kepada bank.

Baca Juga :  Ruang Lingkup Bisnis

– Letter Of Credit, Adalah janji tertulis dari bank bagi pihak pembeli untuk membayar sejumlah uang kepada perusahaan yang dituju (penjual) bila sejumlah kondisi telah terpenuhi.

– Commercial Paper, adalah surat berharga yang diterbitkan dan dijual oleh

perusahan besar dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendeknya.

– Factoring. Perusahaan dapat memperoleh dana dengan cepat melalui factoring yaitu dengan menjual piutang perusahaan kepada perusahaan 5faktor (perusahaan pembeli piutang) yang biasanya adalah lembaga keuangan.

  • Sumber Dana Jangka Panjang.

Pada umumnya perusahaan membutuhkan dana jangka panjanguntuk memenuhi pengeluaran jangka panjangnya, seperti pembelian aktiva tetap. Agar bias memulai usahanya perusahaan harus mengeluarkan dana untuk bangunan dan peralatan. Pencarian dana jangka panjang diperoleh dari :

– Pembiayaan Melalui Utang :

  1. a) Utang jangka panjang
  2. b) Obligasi perusahaan

– Pembiayaan Dengan Modal Sendiri (Equity Financing) :

  1. a) Saham biasa
  2. b) Laba ditahan

LINK SUMBER :

khairunnisafathin BLOG’S

organisasi.org

scribd.com

slideshare.net

id.shvoong.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *