Manajemen dan Organisasi - Liliana Halim Manajemen dan Organisasi % %
Uncategorized

Manajemen dan Organisasi

 

Pengertian manajemen

 
Banyak ahli yang mengemukakan definisi manajemen. Perbedaan itu terjadi akibat karena adanya cara melihat tentang manajemen itu sendiri.
 
1.      Pengertian manajemen dilihat dari segi seni (art)
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah seni dalam menyelesaikan masalah pekerjaan melalui orang lain.
 
2.Pengertian manajemen di lihat dari segi ilmu pengetahuan
Menurut Luther Gulick, manajemen adalah bidang pengetahuan yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja sama untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan.
 
3.Pengertian manajemen dilihat dari segi proses
Menurut James A.F. Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan kegiatan anggota dan tujuan penggunaan organisasi yang telah di tentukan.
Dari berbagai pengertian di atas, dapat di rumuskan bahwa manajemen adalah proses perencanaan,pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian kegiatan anggota organisasi dan proses pengguna sumber daya organisasi lainnya untuk tercapainya tujuan organisasi yang telah di tetapkan.
 
Ilmu manajemen berkembang hampir seumur dengan lamanya manusia menghuni bumi ini. Banyak catatan membuktikan bahwa manajemen sudah di terapkan sejak jaman kuno. Penafsiran tulisan kuno di Mesir yang di perkirakan di tulis tahun 1300 sebelum masehi menunjukan bahwa organisasi dan administrasi negara telah di terapkan oleh para pelaksana negara pada zaman kuno. Selain itu, catatan peninggalan Yunani membuktikan adanya persemakmuran di Athena, lengkap dengan dewan-dewan, pengadilan, dewan jenderal, dan perangkat lain yang mengisyaratkan penerapan fungsi manajemen, terutama fungsi kepemimipinan.
 
Manajemen mengalami perkembangan yang sangat luar biasa dengan di mulainya revolusi industri. Hal ini dapat di terima karena revolusi industri mengakibatkan perusahaan semakin besar. Perkembangan perusahaan menuntut adanya pemanfaatan biaya secara efektif dan efisien. Selain itu, di perlukan pula pengelolaan perusahaan yang lebih profesional.
Pelopor-pelopor manajemen pada saat itu adalah Frederick Taylor, James Watt Jr, Robert Owen, Mathew Boulton, Charless Babbage, dan Henry Fayol. James Watt Jr dan Mathew Boulton banyak mengembangkan teknik manajemen tentang pasar, pengaturan tata letak mesin, dan manajemen personalia.
Fungsi-fungsi Manajemen diarahkan sedemikian rupa sehingga terdapat satu kesatuan irama, gerak, dan cara pandang untuk mencapai tujuan. Terdapat 6 ahli manajemen diutarakan adanya bagian fungsi manajemen yang sama antara lain:
 
·        Planning (perencanaan)
·        Organizing (pengorganisasian)
·        Directing
·        Controlling (pengawasan)
·        Actuating ( pelaksanaan)
Manajer profesional adalah pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut dalam pengembangan mutu SDM secara profesional. Ciri-ciri manajemen profesional dalam pengembangan mutu SDM yang dapat di lihat dari sisi operasional dan manajerial yakni:
·        Berbudaya korperatif, transparansi, independensi, responsif, akuntabilitas, kejujuran.
·        Memiliki dukungan manajemen puncak.
·        Bermanfaat bagi kepentingan internal maupun eksternal.
·        Berorientasi ke masa depan dengan pendekatan holistik.
·        Berdimensi jangka panjang dan berkesinambungan.
·        Sistem nilai prinsip yang efektifitas dan efisiensi.
·        Dilakukan secara terencana.
·        Monitoring dan evaluasi serta umpan balik.
·        Kerja sama tim.
·        Di laksanakan oleh orang yang memiliki:
o   Kompetisi dan pengalaman panjang di bidangnya,
o   Sifat haus akan tantangan baru,
o   Sikap dan keterampilan inovatif, kreatif, inisiatif, dan efisien,
o   Intregitas yang tinggi,
o   Sifat menghargai profesi orang lain,
o   Sifat yang selalu siap menghadapi resiko,
o   Bertanggung jawab atas semus ucapan dan perilaku.
o   Dan lain-lain.
 
Definisi Organisasi
 
Organisasi diartikan sebagai keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu kesatuan yan dapat di gerakan dalam rangka mencapai tujuan.
Mengenal organisasi sangat penting terutama dalam lingkungan bekerja karena organisasi membuat kita mengetahui pembagian tugas secara jelas dan para pekeja pun mengetahui tugas-tugas yang akan di kerjakan dalam rangka mencapai tujuan yang di inginkan bersama.
Ada beberapa bentuk organisasi yang lazim di gunakan oleh perusahaan-perusahaan dari yang kecil hingga konglomerat.
 
1)      Organisasi garis
Ialah bentuk organisasi di mana wewenang pimpinan langsung di tunjukan kepada bawahan, bawahna bertanggung jawab langsung kepada atasan.
Organisasi ini juga di sebut organisasi militer. Organisasi ini cocok di gunakan pada organisasi yang sederhana dan memiliki jumlah karyawan yang sedikit dan belum ada spesialisasi.
 
Kebaikan organisasi garis:
 
    1. Kesatuan komando terjamin, karena pimpinan berada di tangan satu orang
  1. Pengambilan keputusan cepat, karena pimpinan berada di tangan satu orang
  2. Dapat di ketahui kemampuan dan sifat-sifat dari setiap karyawannya.
Baca Juga :  Akuntansi Internasional (Tugas Pertemuan-1)

 

 
 
Kelemahan organisasi garis:
 
  1. Maju mundur organisasi berada di tangan satu orang saja.
  2. Kesempatan karyawan berkarir terbatas karena organisasi masih kecil
  3. Kecenderungan pimpinan berbuat otoriter cukup besar
 
 
 
2)      Organisasi fungsionalis
Adalah organisasi yang di susun berdasarkan sifat dan semacam fungsi yang harus di laksanakan. Organisasi ini sangat cocok di gunakan pada badan-badan usaha yang secara tegas dapay memberi pekerjaan atas fungsi-fungsi. Misalnya, pada perusahaan di bagi atas fungsi produksi, fungsi pemasaran, dan fungsi keuangan.
 
Kebaikan organisasi fungsionalitas:
 
 
  1. Tugas-tugas karyawan dapat di bagi secara tegas sehingga tidak ada kesimpangsiuran.
  2. Produktivitas tinggi karena dapat di terapkan asas spesialisasi
  3. Koordinasi secara terus menerus hanya di eselon atas
 
 
Kelemahan organisasi fungsionalitas:
 
 
  1. Sulit mengadakan mutasi tanpa terlebih dahulu mengadakan latihan
  2. Koordinasi secara menyeluruh sulit di laksanakan
  3. Karena perbedaan tugas, terjadi pengkotak-kotakan dalam tubuh organisasi
 
 
3)      Organisasi garis dan staf
Adalah sistem organisasi yang memberi wewwnang pada pimpinan untuk memberi komandopada bawahan dan pimpinan di bantu oleh staf di dalam pelaksanaan tugasnya. Atas dasar kegiatan tugas-tugas dan hirerarki, personil organisasi dapat di bagi menjadi  tiga bagian: pimpinan, pembantu pampinan (staff), dan pelaksana.
Pada organisasi garis dan staf yang besar, staf dapat di bedakan menjadi dua jenis yaitu: staf umum bertugas membantu pimpinan dalam pembuatan perencanaan dan pengawasan serta memberi nasehat yang di minta atau tidak di minta.staf khusus ialah staf yang memberi nasehat pada pelaksana.
 
Kebaikan organisasi garis dan staf
 
  1. Dapat di gunakan oleh organisasi yang besar dan rumit
  2. Dapat mengarah pada spesialisasi
  3. Prinsip “the right man on the right place” lebih mudah di laksanakan
 
 
 
Kelemahan organisasi garis dan staf
 
  1. Rasa soladaritas kurang karena tidak saling mengenal karena luasnya cangkupan organisasi
  2. Palaksana sering bingung untuk membedakan mana nasehat mana perintah, sebab dalam organisasi yang besar ada staf yang menerima kewenangan perintah
 
Prinsip-prinsip Organisasi:
 
·        Prinsip skala hirarki
Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan, pembantu pimpinan sampai pelaksana, sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan pertanggung jawaban, dan akan menunjang efektifitas jalannya organisasi secara keseluruhan.
 
·        Prinsip kesatuan perintah
Dalam hal ini, seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja.
 
·        Prinsip pendegelasian wewenang
Seorang pimpinan mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga perlu di lakukan pendelegasian wewenang terhadap bawahannya.
 
·        Prinsip pertanggungjawaban
Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan.
 
·        Prinsip pembagian pekerjaan
Suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya melakukan berbagai kegiatan. Agar kegiatan tersebut berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas / pekerjaan yang didasarkan berdasarkan kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai.
 
·        Prinsip rentang pengendalian
Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu di batasi secara rasional. Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi,semakin  dengan bentuk dan tipe organisasi,semakin besar  suatu organisasi  dengan jumlah pegawai yang cukup banyak, semakin kompleks rentang pengendaliannya.
 
·        Prinsip fungsional
Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi scara fungsonal harus jelas tugas dan wewenangnya, kegiatannya, hubungan kerjanya, serta tanggung jawab dari pekerjaannya.
 
·        Prinsip pemisahan
Bahwa beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat di bebankan tanggung jawabnya kepada orang lain.
 
·        Prinsip keseimbangan
Dalam hal ini, penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut.
 
·        Prinsip fleksibilitas
Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamikan organisasi itu sendiri (internal factor) dan juga karena adanya pengaruh di luar organisasi (eksternal factor), sehingga organisasi dapat menjalankan fungsi dalam mencapai tujuan.
 
·        Prinsip kepemimpinan
Kepemimpinan sangat di perlukan dalam satu organisasi apapun bentuknya atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang di gerakan oleh pemimpin organsasi tersebut.
 
Dalam berorganisasi pasti akan mengalami suatu keberhasilan dan kegagalan. Adapun sebab-sebab yang menyebabkan keberhasilan:
 
  • Memiliki ide atau visi yang jelas
  • Kemauan dan keberanian untuk menghadapi resiko waktu maupun uang.
  • Membuat perencanaan usaha, mengorganisasikan, dan menjalankannya.
  • Mengembangkan hubungan baik dengan mitra usaha maupun dengan pihak yang terkait.
 
 
Sebab kegagalan organisasi
 
Manajemen yang kurang bagus itu bisa saja karena dari pemimpinan perusahaan atau manajer  yang tidak bisa menghande jalannya perusahaan tersebut, mungkin juga pemimpin perusahaan tidak bisa berkerja sama dengan anggota-anggotanya yang ada , kurang tanggun jawab terhadap tugas masing-masing, kurangnya rencana masa depan.
 
LINK SUMBER :
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *