Ketika Hutang Menjadi Sebuah Kebiasaan - Liliana Halim Ketika Hutang Menjadi Sebuah Kebiasaan % %
Diary,  Finansial,  Motivasi,  Review

Ketika Hutang Menjadi Sebuah Kebiasaan

Bagi sebagian orang berhutang merupakan hal yang lumrah. Tidak untuk keluarga saya. Hutang itu merupakan janji dan hutang akan dibawa mati. Banyak orang yang sekiranya tidak mempunyai pekerjaan pun sekarang berani berhutang. Bahkan ketika ditagih orang itu tidak mau bayar alias kabur, ntah pindah rumah, kontrakan, kerjaan.

Zaman sekarang bukan hanya warung kecil yang dihutangi tetapi berbagai supermarket maupun minimarket memang telah menyediakan fasilitas hutang berhutang yaitu dengan menggunakan kartu kredit (credit card). Banyak orang yang ditawari fasilitas kartu kredit mulai dari Cicilan ringan, bunga 0%, dll. Itulah menjadi awal munculnya era hutang berhutang. Sebagian orang berpikir dengan kartu kredit akan memberikan kemudahan. Oke, bagi yang memang sudah berkecukupan atau mungkin berlebihan tentu tidak menjadi masalah, tetapi coba pikir apa orang yang berpenghasilan menengah kebawah alias punya gaji yang pas-pasan akan mampu untuk membayarnya? Ketika diwarung kecil saja dia tidak mampu membayar, kok laga-laganya mau memakai kartu kredit?

Baca Juga :  Tamasya ke Kebun Binatang Ragunan

Itu semua akibat pembangunan ekonomi yang semakin materialistis, nilai uang besar pun sekarang nampak tak ada apa-apanya. Zaman dulu jika kita ingin membeli barang kita harus menabung, berbeda dengan sekarang membelinya terlebih dulu baru menabung alias menyicil hutangnya. Seperti dikatakan dalam ekonomrabbani “Memang sifat hedonisme tidak mengenal batas usia, tidak mengenal juga strata hidup. Namun biasanya yang rentan terhadap perilaku seperti ini adalah mereka yang pribadinya tidak matang dan tidak sanggup untuk mengontrol diri. Mohon maaf disini saya hanya sekedar sharing, bukan mau merendahkan orang kecil, saya berkata sesuai kenyataannya. Sebagian tetangga saya yang tidak mempunyai pekerjaan alias pengangguran yang tidak bertanggung jawab mengutang pada toko saya. Ketika mengutang mereka dengan gampangnya mengambil (bilangnya beli dan nanti dibayar) tetapi ketika mau ditagih mereka kabur.

Baca Juga :  Mari Berdonor Darah

Nah, dengan tulisan ini saya berharap orang yang kira-kira memang tak mampu dan tak sanggup untuk membayar hutang janganlah coba berhutang apalagi lagaknya buat kartu kredit. Sekali lagi tulisan ini hanya sekedar sharing bukan untuk memojokkan orang kecil, sebab dimata Tuhan semua manusia sama tidak ada orang miskin ataupun orang kaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *