Ceng Beng 2018 | Review Macehat Coffee Medan & Durian Pelawi Medan + Oleh - Oleh A1 Asli Medan - Liliana Halim Ceng Beng 2018 | Review Macehat Coffee Medan & Durian Pelawi Medan + Oleh - Oleh A1 Asli Medan % %
Diary,  Kuliner,  Perjalanan

Ceng Beng 2018 | Review Macehat Coffee Medan & Durian Pelawi Medan + Oleh – Oleh A1 Asli Medan

Hari ketiga di Medan, tanggal 6 April 2018 masih jadwalnya kulineran karena kegiatan dari pagi cuma nonton dan tidur – tiduran kita langsung skip aja ya, jadi jam 12.30 kita dijemput sama cici sepupu untuk makan siang tapi sebelum menuju Restoran Miramar kita mampir sebentar ke Pusat Oleh – Oleh A1 Asli Medan di Jalan Gajah Mada No. 3A, Petisah Hulu, Medan. Disini menjual berbagai macam oleh – oleh, mulai dari kue – kue kering, sirup markisa dan ada juga berbagai macam kopi Medan. Cukup lengkap jika mencari oleh – oleh khususnya kue Ak – Am, Ting – Ting, Teng – Teng, karena selain bika ambon biasanya kami wajib membawa kue Ak – Am ini. A1 Asli ini merupakan oleh – oleh khas daerah Pematang Siantar sebenarnya tetapi karena banyak peminatnya mereka buka cabang juga di Medan (saat ini setahu saya ada dua lokasi, di Jalan Wahidin dan di Jalan Gajah Mada), produknya saat ini sudah banyak bukan hanya enting – enting (ak – am, ting – ting, pok – pok) ada kacang mede yang rasanya pun bermacam – macam, kacang telur, keripik pedas dan masih banyak lainnya. Oh iya dan disitu juga ada salted egg yang lagi kekinian itu. Produk yang terkenal memang ak – am karena sangat digemari jadi biasanya dijadikan oleh – oleh (termasuk saya). Sayangnya saya lupa foto karena waktu pulang sampai Karawang sudah malam jadi langsung dibungkus untuk dibagikan ke teman – teman.

Baca Juga :  [Motivasi] Dimanakah Letak Kebahagiaan Sesungguhnya? | Jangan Lupa Bersyukur :)

Source : Google Maps

Setelah membeli oleh – oleh kami pun menuju ke Restoran Miramar, restoran ini berlokasi di Jalan Pemuda No. 11 ABC, Aur, Medan Maimun disini kami dipesankan bermacam – macam menu makanan lagi mulai dari cah kangkung, gado – gado, ikan pari, cumi goreng dan udang lobster ukuran jumbo. Sepertinya ini kali pertama saya makan udang sebesar ini wkwkw. Setelah selesai makan kami pun berfoto sebentar dan selanjutnya kami menuju ke Sun Plaza yang berlokasi di Jalan KH Zainul Arifin No. 7, Madras Hulu, Medan Polonia. Nah disini sembari menunggu cici sepupu kami fitness, kami berkeliling di dalam mall dan berbelanja baju.

Source : Google Maps

Baca Juga :  MERK yang gampang dan sulit dibaca

Selesai pulang dari mall kami langsung menuju ke Macehat Coffee untuk menyicip Avocado Coffee karena katanya memang varian ini yang paling terkenal. Avocado Coffee ini adalah jus alpukat yang dicampur es krim coklat di dalamnya  (juga ditambah beberapa bongkahan es batu) serta ditabur meses coklat dan ada kopi tentunya (kopinya sih kopi hitam dan pahit), ketika dicampur jadi satu mantaps. Harga untuk 1 gelas ini Rp. 35,000.00 dan menurut info dari cici saya disini itu tidak bisa request jangan pakai es batu atau misalnya Cuma mau pakai jus alpukatnya saja, jadi kita harus membeli 1 paket karena si bos yang punya Macehat Coffee ini katanya tidak mau pusing menghitung stock dan mempemudah jika ada karyawannya yang korupsi. Tapi menurut saya sih ini agak berlebihan ya, karena kuku saya tidak bisa makan es krim karena jusnya sendiri sudah dingin akhirnya kami meminta gelas tambahan untuk membuang es krim dan juga es batunya. Nah kalau gini kan mubazir?

Source : Google Maps

Selanjutnya kami pun pulang ke rumah dan segera bersiap menuju rumah saudara untuk menyantap durian malamnya. Kami membeli durian di Durian Pelawi di Jalan dengan harga sekitar Rp. 40,000.00 – Rp 60,000.00 / pcs tergantung ukuran besar dan tidak. Jadi lokasi durian pelawi ini ada dua, sebrang – sebrangan gitu sih yang bedain Cuma dari harga, jadi kalau di durian pelawi yang satunya lebih lengkap dan tempatnya lebih luas dibanding sebrangnya. Berikut gambar penampakannya :

Baca Juga :  Pengalaman Dermaroller Sendiri di Rumah

Tips kalau mau beli durian disini, kalau rasanya tidak enak misalnya tidak manis (hambar) bisa minta ditukar dengan yang manis, jadi kalau kami wajib cobain satu per satu ketika durian dibuka. FYI, kami sengaja bawa tempatnya agar bisa dicobain disana dan tidak usah repot buang kulit duriannya. Hihi. Sekian pengalaman dan cerita saya di hari ini.

Note : gambar di Macehat Coffee dan tempat durian pelawi saya ambil dari Google.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *