Ceng Beng 2018 | Pengalaman Perjalanan dari Karawang ke Medan - Liliana Halim Ceng Beng 2018 | Pengalaman Perjalanan dari Karawang ke Medan % %
Diary,  Perjalanan

Ceng Beng 2018 | Pengalaman Perjalanan dari Karawang ke Medan

Petualangan dimulai kembali, awal Maret 2018 terbesit keinginan tahun ini saya harus pulang ke Medan untuk Ceng Beng (mengunjungi rumah abu papa dan bersembahyang) dan untuk menyampaikan berbagai cerita serta keinginan saya di tahun ini. Singkat cerita dibelilah tiket PP Air Asia CGK – KNO tanggal 4 April dan 9 April 2018. Dari mulai akhir februari udah ga tenang bawaannya mau cepat – cepat bertemu sanak keluarga disana. Akhirnya tanggal 4 April pun tiba, perjalanan dari Karawang menuju Bandara Soetta rencananya naik Damri, berharap Damri jam 11 siang ada ternyata petugas Damri di Terminal Klari tersebut malah menyarankan kita untuk naik mobil travel saja (mobil pribadi yang disewakan, dia menawarkan harga Rp. 500,000, maksimal 6 orang) karena Damri nya masih di Halim menuju Karawang katanya bisa sekitar jam 1 siang baru tiba, disitu sih memang ada beberapa orang yang akan berangkat ke Soetta, tetapi tidak semua orang bersedia membayar atau naik mobil travel tersebut karena mungkin harganya yang lumayan, berhubung yang lainnya tidak mau dan kita pun dikejar waktu akhirnya seorang bapak menyarankan kita untuk naik Damri dari Cikarang saja (penerbangan beliau jam 16.30 sedangkan saya jam 16.10) karena di Cikarang jadwalnya lebih on time dan Damri nya tersedia banyak, kemudian pukul 10.30 kami pun langsung menuju patung kuda di Jababeka tempat menunggu Damri tersebut.

Baca Juga :  4 Fase dalam Pekerjaan dan Bagaimana Cara Mencintai Pekerjaan Anda

Jujur saya agak sedikit kapok dan trauma jika disarankan untuk naik Damri dari Terminal Klari lagi selain jadwalnya yang tidak pasti dan mobilnya cuma satu??? Selain itu saya mengalami pengalaman yang tidak mengenakan di Terminal Klari karena disini kan kami naik Grab untuk menuju ke lokasi Damri Cikarang kemudian ketika kami naik ke mobil tersebut  beberapa supir angkot dengan sengaja menutup jalan mobil Grab yang sedang kami naiki, mungkin si bapak supir mobil travel tersebut merasa tidak terima karena kami lebih memilih pergi dan cari angkutan lain kemudian bapak supir travel tersebut juga sempat menanyakan pada kami dengan nada agak marah dan tinggi “ini Grab bukan? Ngaku aja.” Dengan wajah ketakutan dan bingung karena pertama kalinya mengalami kejadian kayak gini akhirnya kami mengaku bahwa supir Grab tersebut adalah suami saya agar kami bisa segera lolos dan melanjutkan perjalanan ke Cikarang. Singkat cerita akhirnya kami diloloskan dan di perjalanan supir Grab tersebut bercerita biasanya dia menaikkan atau menurunkan penumpang di sebrang terminal, yah ini jadi salah satu pelajaran buat saya : jangan order Grab di tempat terbuka.

Sampai Cikarang, ternyata Damri sudah pindah lokasi ke Hollywood Junction Jababeka dan bukan lagi di dekat patung kuda (sebrang Hotel Java Palace). Akhirnya kami pun segera menuju kesana dengan Grab lagi dan tepat pukul 11.45 akhirnya kami menemukan Damri. Melihat jam yang sudah jam 12 rasanya deg-degan karena harus tiba pukul 15.30 apakah keburu pikir saya, melihat kondisi perjalanan yang agak tersendat-sendat dan akhirnya pukul 14.45 kami sampai di Terminal 2F, perpisahan dengan bapak tersebut pun sampai disini, beliau turun di terminal 1D sayangnya saya dan adik saya lupa menanyakan siapa nama bapak tersebut. Terima kasih pak sudah berbaik hati menolong kami.

Baca Juga :  Alasan Saya Ganti Domain Berbayar

Pukul 15.00 kami langsung bertanya pada petugas selanjutnya kemana, karena ini pertama kali kami naik pesawat tanpa dampingan orang tua lagi, kemudian petugas menyuruh kami untuk menuju tempat pemeriksaan karena kami sudah Web Check In terlebih dahulu disini dan tidak bawa bagasi jadi prosesnya lebih cepat, akhirnya setelah melewati proses pemeriksaan tersebut kami sampai di ruang tunggu pukul 15.45, pesawat pun landing pukul 16.30. Sedikit flashback di dalam pesawat saya kembali mengenang memori bersama papa, mengingat bagaimana beberapa impian saya hilang karena kami sekeluarga harus menyusul papa di Medan (tepatnya Lubukpakam) demi kesehatan beliau, membayangkan pertama kali bersekolah disana, mengingat kehidupan kami yang masih lengkap dan bahagia tentunya, kemudian mengingat bagaimana akhirnya jalan cerita kehidupan papa yang harus meninggalkan kami dan kami pun memutuskan kembali ke Karawang. Dan baru kali ini kami berkesempatan mengunjungi rumah abu papa kembali. Flash back pun selesai, wkwk, pukul 19.00 kami sampai di Bandara Kuala Namu, Medan dan sudah dijemput oleh tante kami, sekitar pukul 21.00 kami pun sampai di Medan. Kemudian bersiap untuk tidur dan melanjutkan aktivitas di esok hari.

Baca Juga :  Ceng Beng 2018 | Review Macehat Coffee Medan & Durian Pelawi Medan + Oleh - Oleh A1 Asli Medan

Tips :

  • Jika ingin naik kendaraan umum, misalnya menggunakan bis Damri usahakan datang lebih cepat dan persiapkan waktu lebih banyak, untuk berjaga-jaga misalnya macet.
  • Sediakan altenatif lain jika tidak ada Damri, misalnya naik kereta atau bis lainnya.
  • Bawa makan dari rumah, untuk berjaga-jaga jika tidak ada waktu makan dan lebih menghemat tentunya.
  • Gunakan fitur Web Check In / self check in untuk mengantisipasi jika jalanan macet dan antrian yang panjang, selain itu juga bisa memilih atau menukar posisi tempat duduk yang kita inginkan, caranya bisa cek di web kak Frenkey disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *