Apakah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) perlu Standarisai Penggunaan IFRS? - Liliana Halim Apakah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) perlu Standarisai Penggunaan IFRS? % %
Finansial

Apakah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) perlu Standarisai Penggunaan IFRS?

3.A. Pembahasan

3.A.1   Pengertian UKM

Usaha Kecil adalah Peluang Usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan Usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha menengah atau Usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.

Usaha Menengah adalah Usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan Usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini

.

Kriteria UKM

  1. Peluang Usaha Kecil memiliki aset >Rp 50 juta-Rp 500 juta dengan omset >Rp 300 juta-Rp 2,5 miliar/tahun.
  2. Peluang Usaha Menengah memiliki aset > Rp 500 juta-Rp 10 miliar dengan omset >Rp 2,5 miliar -Rp 50 miliar/tahun.

Karakteristik UKM

–       Usaha Kecil :

Jenis barang/komoditi yang diusahakan umumnya sudah tetap tidak gampang berubah.

–       Usaha Menengah :

Umumnya memiliki manajemen dan organisasi yang lebih baik, lebih teratur bahkan lebih modern, dengan pembagian tugas yang jelas antara lain, bagian keuangan, bagian pemasaran dan bagian produksi.

Baca Juga :  Tips Membuka Blokir Internet banking BRI

Permasalahan yang dihadapi oleh UKM

–       Faktor Internal :

Kurangnya permodalan UKM, karena pada umumnya usaha kecil dan menengah merupakan usaha perorangan atau perusahaan yang sifatnya tertutup.

–            Faktor Eksternal :

Iklim usaha belum sepenuhnya kondusif dengan kebijaksanaan Pemerintah untuk menumbuhkembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Terlihat dari masih terjadinya persaingan yang kurang sehat antara pengusaha-pengusaha kecil dan pengusaha besar.

3.A.2   Pemahaman IFRS

IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu :

  1. Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB)
  2. Komisi Masyarakat Eropa (EC)
  3. Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC)
  4. Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC)

Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga independen untuk menyusun standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan. IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur keungan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan.

Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang  disajikan, menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS, dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.

Baca Juga :  Keadaan Perekonomian Indonesia pada Tahap Pemerintahan SBY

3.B  Ruang Lingkup

IASB percaya bahwa IFRS cocok untuk diaplikasikan oleh semua entitas, baik go public maupun tidak, besar atau kecil. Kemudian IFRS menyadari bahwa di sebagian besar negara-negara berkembang yang telah menerapkan IFRS, entitas yang menerapkannya hanya entitas yang go public. Pada bulan Juni 2004 muncullah sebuah discussion paper yang merupakan pandangan awal terhadap Accounting Standars for Small and Medium Enterprise (SMEs). IASB menerbitkan exposure draft International Financial Reporting Standard for Small and Medium-sized Entities (standar akuntansi UKM) pada tanggal 15 Februari 2007.

Sejalan dengan tujuan IAI untuk melakukan konvergensi standar akuntansi pencatatan dan pelaporan Indonesia dengan standar internasional, pada tanggal 16 Desember 2008 telah dilansir Exposure Draft Standar Akuntansi Keuangan untuk Usaha Kecil dan Menengah (ED SAK UKM) yang merupakan adopsi dari IFRS for SMEs dengan beberapa modifikasi yang diperlukan. ED SAK UKM diubah dan diformalkan menjadi Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) pada tanggal 19 Mei 2009. Dalam SAK ETAP telah dilakukan modifikasi dan simplifikasi atas ED SAK UKM sehingga diharapkan akan lebih mudah dilaksanakan oleh entitas UKM di Indonesia.

Baca Juga :  Pengaruh Pasar Modal Global di Indonesia periode 2008 - 2013

3.C Kesimpulan

Pada tanggal 15 Februari 2007 IAS/IFRS mengeluarkan draft untuk UKM disebutkan mengeliminasi setidaknya 85% IAS/IFRS. Ketentuan-ketentuan yang ada dalam IFRS telah disimplifikasi, secara signifikan berkurang atau dihapuskan dalam standar akuntansi UKM. Dimana dalam IFRS memasukkan kebijakan akuntansi, IASB hanya memasukkan apa yang menjadi pertimbangan untuk simplifikasi pilihan dalam standar akuntansi UKM. IASB juga telah menghapus ketentuan-ketentuan yang ada dalam IFRS atas transaksi yang jarang dilakukan oleh UKM. Beberapa topik yang tidak termasuk dalam standar akuntansi UKM :

  1. Hyperinflation
  2. Equity-settled share-based payment
  3. Insurance
  4. Application of the fair value method for agriculture
  5. Interim financial reporting
  6. Lessor accounting for finance bases
  7. Earnings per share
  8. Segment reporting

Referensi :

  1. promosinet
  2. dayintapinasthika’s blog
  3. Muhammad Khaidir : PERSEPSI PARA PELAKU UKM (USAHA KECIL DAN MENENGAH) TERHADAP PENERAPAN AKUNTANSI DI DESA PORAME KECAMATAN KINOVARO KABUPATEN SIGI.

Nama   : Liliana Halim

NPM   : 24210024

Kelas   : 4EB17

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *